Share :  

Berita  |  5 February 2017 - 19:03

KULIAH UMUM POLITEKNIK IMIGRASI : HARMONISASI KEHIDUPAN PESERTA DIDIK DI DUNIA KAMPUS GUNA PENINGKATAN POLA PIKIR YANG BERWAWASAN PENGETAHUAN KEBHINEKAAN

KULIAH UMUM POLITEKNIK IMIGRASI : HARMONISASI KEHIDUPAN PESERTA DIDIK DI DUNIA KAMPUS GUNA PENINGKATAN POLA PIKIR YANG BERWAWASAN PENGETAHUAN KEBHINEKAAN

Jika kita tinjau saat ini, sekolah kedinasan yang ada di Negeri ini telah menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, hal ini terkait beberapa kejadian yang terjadi dalam kehidupan peserta didik, terutama kehidupan taruna dalam lingkungan kampus. Menanggapi hal tersebut tentu saja Politeknik imigrasi sebagai salah satu sekolah kedinasan yang berstatus sebagai Taruna selama pendidikan cepat tanggap dalam meyakinkan seluruh pihak terkait bahwa proses pendidikan tetap berjalan dengan baik. Hal yang perlu ditanamkan adalah pola pikir untuk menjadi lebih maju, berkembang dinamis sesuai tuntutan zaman, serta pola pikir yang menanamkan budi pekerti luhur seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

            Tepat pada tanggal 16 Januari 2016, Politeknik Imigrasi mengadakan kuliah umum di Auditorium BPSDM Kementerian Hukum dan HAM yang bertajuk “Harmonisasi Kehidupan Peserta Didik Di Dunia Kampus Guna Peningkatan Pola Pikir Yang Berwawasan Pengetahuan Kebhinekaan”, dengan Bapak Friement FS Aruan (Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi) dan Jane H.R Pasaribu (Perwira menengah Kombespol) sebagai pembicara kunci. Dalam kuliah umum kali ini menekankan pada harmonisasi kehidupan peserta didik selama menjalani pendidikan sehingga dapat mempersiapkan dengan baik kader pemimpin Imigrasi di masa yang akan mendatang. Kehidupan dalam kampus selama menjalani pendidikan diharapkan mampu meningkatkan Pola pikir yang berwawasan global dan pengetahuan kebhinekaan.

            Dalam dunia pendidikan peserta didik politeknik imigrasi tentu saja ada senior dan junior serta pengasuh yang mengawasi jalannya kegiatan pembinaan, baik di dalam dan diluar lingkungan kampus. Meskipun demikian, komunikasi yang baik harus tetap terjaga. Hal itu memiliki arti bahwa semua tindakan yang dilakukan selama jalannya proses pendidikan harus berdasarkan nurani. Ketika semua itu dilaksanakan maka hal tersebut akan mengurangi bahkan menghilangkan semua citra negatif sekolah kedinasan yang saat ini sedang marak menjadi perbincangan publik. Hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh pembina saja melainkan oleh pejabat taruna yang memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam lingkungan kampus. Dengan hal tersebut Politeknik Imigrasi meyakinkan bahwa dalam lingkungan kampus tak ada kekerasan, bullying, ataupun hal yang tak diinginkan lainnya.

            Dengan berpedoman pada hal tersebut politeknik Imigrasi siap menghasilkan kader pemimpin Imigrasi sebagai Aparatur Negara, Abdi negara, Abdi Masyarakat yang terampil, berkarakter, beretika, jujur, berintegritas, bernurani, anti KKN, dan mampu menjadi agent of change dengan melaksanakan kode etik dalam bekerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Harapan kedepan ialah Pejabat Imigrasi dapat menjadi kader pemimpin bangsa yang dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan demikian, tertanamnya pola pengasuhan yang baik akan membuat pola pikir Taruna dan peserta didik menjadi lebih maju serta berwawasan global.

 

Oleh :

M Iqbal Romzah (Taruna Politeknik Imigrasi Tingkat II)